Senin, 19 Maret 2012

PUSARNYA JAGAD

           Kiblatnya Manusia ketika sholat dan kiblatnya sholat.

Kemanakah kiblatnya manusia ketika sholat? Bukan kiblatnya sholat lho? Lain antara kiblat ketika sholat dengan kiblatnya sholat. Kalau kiblatnya orang sholat itu ke Baitulloh, bukan ke Barat. Kalau kiblatnya ke Barat, jadinya MUSTAQBILAL BARATI. Dan seandainya tempatnya berada di Baratnya Ka’bah, maka menghadapnya ke arah-arah Timur. Kalau di Indonesia ini berhubung berada di posisi sebelah Timurnya Ka’bah maka menghadapnya ke arah-arah Barat (agak ke Utara sedikit). Makanya kalau membuat masjid supaya arah menghadapnya diusahakan tepat.

Kadang ada yang berpendapat, supaya kiblatnya tepat maka ya memakai sajadah yang bergambar Ka’bah. Kenapa kiblatnya orang sholat ke ka’bah atau Baitulloh?. Baitulloh itu kiblatnya jasmani. Sedangkan kalau kiblatnya sholat itu bukan ke ka’bah.

            Baitulloh.

Baitulloh itu bangunan persegi empat yang ketika jaman Nabi Adam sudah ada. Memang ada yang berpendapat kalau ka’bah itu dibangun oleh Nabi Ibrahim. Kalau menurut Alqur-an tidak demikian. Menurut Alqur-an Ibrahim hanya meninggikan saja.
IDZ YARFA’U IBROHIIMA QOWAA’IDA
“Ingatlah ketika Ibrahim meninggikan tiang-taingnya”. (Al Baqoroh / 127).
QOWAA’IDA = Tiang-tiang.

Sebabnya ditinggikan karena sudah ada dan tertutup pasir. Dan Ka’bah itu sudah 12 kali mengalami pembenahan. Roboh dibangun lagi, roboh lagi, dibangun lagi sampai 12 kali.
Adapun letak Ka’bah itu tepat di pusarnya jagad. Lho kok jagad ada pusarnya? Manusia saja punya pusar, jadi jagad ya juga punya pusar. Kalau menurut Alqur-an yang ditempati Ka’bah itu namanya Bakkah. Begitu juga menurut Zabur atau perjanjian lama, juga dinamakan Bakkah. Jadi perjanjian lama itu adalah Zabur.

Adapun hajar aswad itu menempel di Ka’bah. Dan hajar aswad tersebut dahulunya utuh tapi sekarang ini sudah pecah jadi 8 namun dirangkai dengan perak.
Dan dahulu pada jaman Qoronitoh juga pernah dibawa lari, orang-orang yang sedang berhaji dibunuh (sampai ribuan) lalu hajar aswadnya dirampas dan dibawa lari kenegerinya. Kemudian ditebus, lama nebusnya, ditebus dengan beberapa ribu dinar. Lalu hajar aswad dikembalikan lagi pada tempatnya.

Walau begitu banyak sekali yang ingin mengecup hajar aswad yang di Mekah, dibela berdesak-desakan sampai ada yang tewas karena ingin mengecupnya. Kok tidak ada kyai yang mengingatkannya, supaya mereka tidak jatuh ke syirik. Kalau tidak di ingatkan, bisa jadi bahan ejekan agama lain. Kata agama lain : Mau syirik kok jauh-jauh. Ketika aku menyimpan patung, Islam mengatakan syirik, tapi orang-orang Islam sendiri malah berbondong-bondong ke Mekah, ada yang sampai menjual sawah hanya demi untuk mengecup batu hitam.

Bila sampai di ejek seperti itu bagaimana? Apa tidak jengkel? Bila tidak punya jengkel berarti bukan manusia. Tapi kalau jengkel dan mau menjawabnya, tidak bisa. Jadi repot, makanya jangan berulah. Alloh pun sudah memperingatkan kita :
WALAA TASUBBUL LADZIINA YAD’UUNA MIN DUUNILLAHI FAYASUBBULLOHA ADWAN BIGHOIRI ‘ILMIN.
Dan janganlah mengumpat orang-orang yang menyembah selain Alloh, nanti malah menyembah Alloh dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. (Al An-am / 108)

Kadang orang Islam sendiri yang suka memancing masalah. Soal lempar jumroh juga demikian, umumnya diyakini melempar syetan. Disaat berbunyi tok, dikira kena syetan. Padahal syetannya itu ada didalam dirinya sendiri. Dan disaat mengerjakan haji kebanyakan mementingkan doanya. Padahal doa-doa yang dibaca waktu haji itu tidak ada yang wajib, semuanya sunah. Kalau doanya manasik panjang sekali, banyak yang tidak hafal, mungkin kyainya juga jarang yang hafal. Doa waktu ke ka’bah juga ada sendiri, yakni : LABBAIK ALLOHUMMA LABBAIK…….. dst.
Ya Tuhan, kami datang kepadamu, Ya Tuhan, kami mendatangi panggilanmu …….. dst.

Kalau kamu tidak dipanggil ya tidak LABBAIK seperti itu. Jadi ikut saja petunjuk pembimbingnya, wong ada pembimbingnya, walau pembimbingnya sendiri banyak yang tidak tahu hakekatnya. Bila disuruh baca LABBAIK ya baca LABBAIK, gitu aja. Di Mekah juga ada yang jualan air, biasanya bilang MOYA-MOYA, orangnya juga memakai sorban. Jadi doa-doanya itu tidak ada yang wajib, dibaca boleh, tidak dibaca juga boleh. Dan bila ingin berdoa yang mudah, maka bisa hanya dengan membaca :
ROBBANA ATINA FID DUN-YA HASANAH WAFIL AKHIROTI HASANAH WAQINAA ADZAABANNAAR.

Adapun yang penting itu niatnya, niatnya harus ditata yang benar, niat lillahi Ta’ala. Jangan sampai niat karena ingin dipuji orang, niat untuk berganti nama atau ingin dipanggil haji. Meskipun namanya “wak min”, biar saja tetap “wak min” tidak perlu harus “haji wak min”.

Nabi Muhammad sendiri, panggilannya tetap Muhammad, tidak usah ditambahi “haji Muhammad”, begitu juga dengan para shohabat Nabi, tidak ada yang ditambahi “haji”. Seperti haji Abu Bakar atau haji Umar atau haji Usman dst tidak ada, walau semuanya sudah melaksanakan haji. Begitu juga dengan istri-istrinya Nabi Muhammad seperti Maryam, Aisyah, Umi Kulsum, Saudah dst walau semuanya sudah haji, namun tidak ada yang panggilannya “hajah………”.

Tapi umumnya orang-orang Indonesia yang pergi haji namanya ingin ditambahi sebutan “haji atau hajah” (Yu kaji / pak kaji). Bukankah keinginan yang demikian ini bisa menyelewengkan niat. Umumnya berpendapat di Mekah itu doanya di ijabahi. Perkara di ijabahi atau tidak itu bukan ditentukan oleh tempat, tapi ditentukan oleh hatinya, bagaimana hatinya.

Kata mereka : Tapi disana itu tanah suci. Bagaimana yang dimaksud dengan suci? Bukankah disana juga ada jutaan orang yang kencing? Disana juga ada kuburannya Abu Jahal, Abu Lahab dan jutaan orang musyrik. Jadi mereka itu banyak yang tidak tahu maknanya suci, dikira orang-orang yang disana suci semua. Para shohabat pun tidak semuanya suci, dikira semua shohabat suci, padahal tidak.

Senin, 12 Maret 2012

NYAWANYA SHOLAT

SHOLAT MENCEGAH FAHSYA' DAN MUNKAR
   
    Al Qur-an dan Sabda Rosul menerangkan bahwa Yang bisa mencegah dari dua perbuatan itu adalah tegaknya sholat. Kalau orang itu sholat setiap hari sudah puluhan tahun sholat, tapi masih berbuat Fahsya' dan Munkar itu bagaimana…!, apakah yang salah itu Al Qur-an dan Hadits atau orangnya….! .Itu yang salah adalah orangnya. INNAS SHOLAATA TANHAA 'ANIL FAHSYAA-I WAL MUNKARI Sholat itu mencegah Fahsya' dan Munkar.
   
    Dan kalau tidak bisa mencegah Fahsya' dan Munkar, di mana sholatnya itu ….!. Jadi sholatnya hanya gambar saja. Ada berdiri, ada sujud, ada ruku', tapi tidak sholat, cuma gambar sholat. Silahkan dilihat, sholat itu adalah yang diawali dengan Takbirotul Ihrom, diakhiri dengan Salam (As salaamu'alaikum Warohmatu lloohi wabarokaatuh). Menoleh ke kanan dan ke kiri, mendo'akan masyarakat sebelah kanan, mendo'akan masyarakat sebelah kiri.
: As Salaamu
Mudah-mudahan kamu dalam keadaan selamat
: 'Alaikum
Tetap selamat
: Warohmatulloh
Mudah-mudahan kamu dapat Rohmat Alloh.
: Wa barokaatuh
Mudah-mudahan kamu dapat Barokahnya Alloh.

   Mestinya orang-orang yang mengerjakan sholat itu orang yang mendo'akan selamat, mendo'kan Berkah, mendo'akan Rohmat. Kalau ada orang sholat, tapi orang itu kejam, itu bagaimana….!. Sama dengan mengatakan :" Kamu mudah-mudahan selamat", tapi setelah itu memukul, itu bagaimana…!. Jadi itu bertentangan.
Sholat kalau tidak khusyu' itu tidak ada nyawanya. Dan kalau tidak ada nyawanya berarti yang ada jasmaninya saja. Oleh karena itu kita berusaha untuk khusyu', akan tetapi memang sulit, tidak gampang belajar khusyu' itu.

  Kalau tidak bisa khusyu' mulai Takbir sampai Tahiyat, cukuplah khusyu' pada tiga titik itu saja, dan di sini akan ditunjukkan tiga titik / tempat tersebut. Jadi berangsur sedikit demi sedikit dulu (untuk mencapai khusyu' keseluruhan) 

Senin, 20 Februari 2012

KESEMPURNAAN WUJUD MANUSIA


Sejak kapan manusia mengenal tuhan dan kejadian manusia.

Sebelum terbentuknya manusia, didalam alam ruh, terjadi pengakuan adanya ketuhanan sesuai dengan alqur'an. ALASTU BIROBBIKUM "Bukankah AKU tuhanmu " BALA SAHIDNA "benar ya ALLAH, engkau adalah TUHANku", kemudian "KALAU KAU AKU TURUNKAN KEDUNIA APA JANJIMU" . "TIADA AKU CIPTAKAN JIN DAN MANUSIA SUPAYA BERIBADAH KEPADAKU".
Sebelum adanya manusia sudah ada kehidupan, yaitu kehidupan yang belum terbentuk ujud manusia yaitu berupa RUH. sehingga yang ada ISMILLAHIROHMANIRROHIM artinya nama Allah yang pengasih dan penyayang.

Begitulah proses pengakuan ketuhanan ruh terhadap ALLAH, kemudian ruh ditaruh kepada rahim seorang ibu, pada saat kandungan berumur 40 hari didalam alam kandungan.
Untuk menguji ketauhidan manusia juga menciptakan juga jasmani (bentuk rangka manusia yang terdiri 7 lapis yaitu bulu, kulit, daging, darah, otot, balung dan sumsum) dari sari pati tanah dan diberikan juga nafsu, dan ALLAH juga telah menciptakan dunia untuk mengHIJAB manusia supaya lupa akan tuhannya.

Dari kejadian diatas dinamakan manusia yang terdiri jasmani ( rangka/batang simbol angka 0) dan ruhani ( ruh/isi simbolnya angka 1) terdapat dalam bacaan kalimat BISMILLAHIROHMANIRROHIM ( ditambahkan huruf Ba (menunjukan batang/bangkai) yang artinya DENGAN dalam kalimat ISMILLAHIROHMANIRROHIM yang artinya nama Allah yg maha pengasih dan penyayang ), sehingga kalimat BISMILLAHIROHMANIRROHIM terdiri dari 19 huruf dan jenis hurufnya ada 10.
Tanda 10 (menunjukan kesempurnaan ) ujudnya manusia.

makanya Setiap aktifitas apapun harus membaca BISMILLAHIROHMANIRROHIM, kalau tidak semua yang dilakukan batal tidak berguna.

Hari bergerak kehari, dan umur bertambah tahun demi tahun, sampai umur 7 tahun sampai akil balig kita diperintah untuk belajar sholat, ngaji, kebajikan dll untuk membuka hijab kita mengingat BAIAT/janji sesuai dialam ruh, tetapi hati kita tetap buta."YANG MEMBUAT SESORANG NASRANI, DAN MAJUSI itu adalah orang tua kita". pada saat kita akil balig itulah kewajiban sebagai manusia untuk mencari kebenaran yang hakiki dituntut. Ada nasrani, budha, hindu dan islam dan itu merupakan pilihan.

Dan kita mengakui dengan LAA ILAHA ILALLAH tidak ada tuhan yang patut disembah selain ALLAH. tetapi pada kenyataan banyak orang yang meyembah selain Allah, dihati penuh dengan harta-benda, wanita, jabatan, dan uang.
Ini berhala-berhala didalam hati harus disingkirkan kalau tidak selamanya akan tersesat. Kalau jaman jahiliyah orang bener2 menyembah berhala didepan LATTA, UZZA dll, tetapi sekarang berhalanya didalam hati lillah hartabenda, lillah jabatan, lillah pamrih dll. jahiliyahnya tidak nampak.

pengertian diatas filosofi jawa mengatakan LAKON LAHIR ( ceritera kelahiran) pengertian diatas harus dimengerti untuk membahas kelanjutan tauhid.

apa yang dinamakan hidup menurut agama ISLAM sesuai dengan Rosululloh,
kalau hidup hanya bertambah besar dan kuat tak jauh bedanya dengan hidupnya tumbuh-tumbuhan, kalau hidup hanya bertambah banyak, beranak pinak tak jauh bedanya hidupnya hewan. yang dinamakan hidup adalah hidupnya hati yang selalu berdzikir sirri Allah…hu….Allah…hu ….Allah…hu….Allah…hu, dan jasmani tetap mengerjakan sesuai dengan sifat mahluk yaitu bekerja dan berkarya untuk memenuhi kehidupan dibumi sebagai wakil dari Allah.

sedangkan ILMU TAUHID ilmu manunggalnya jasmani dan ruhani menuju ilahirobbi. karena manusia ada 2 kehidupan yaitu kehidupan ruhani berpangkal di qolbu, dan kehidupan jasmani berpangkal pada gerakan dhohir/nampak dan gerakan tersebut harus selaras, seayun dan seperjuangan menjadi kemulyaan sebagai manusia.

Jadi manusia harus mampu melakukan dalam melaksanakan kehidupan di dunia,bila ruhani menuntut banyak maka jasmani tidak bisa berkerja dan berkarya sehinga manusia akan jadi MISKIN, sedangkan MISKIN mendekati KEKUFURAN. dan sebaliknya Bila JASMANI menuntut terlalu banyak maka kita ruhani akan tidak terawat yang timbul akan berusaha mendapatkan duniawi yang melimpah-ruah sehingga timbul sifat serakah, pelit, kikir dll akan menguasai nafsu kita, dan akhirnya kita jatuh dalam kemaksiatan.

Dengan menerapkan ilmu tauhid pada sholat , diharapkan kita jauh lebih mudah untuk menguasai ruhani kita yang sering keluyuran kemana-mana dan menambah nikmatnya sholat.

"SESUNGGUHNYA NAFASMU ITU ADALAH BERLIAN MAKNAWI, BILA TARIKAN NAFASMU TIDAK DIIKUTI DENGAN DZIKIR SIA-SIA BELAKA"

Semoga pengetahuan awal kejadian manusia dengan pengetahuan sidikit membahas tauhid ini membawa kenikmatan dalam beribadah….dan ruhani kita mudah untuk dikendalikan.

Rabu, 08 Februari 2012

MENGECUP HAJAR ASWAD


QOOLA ROSUULULLOHI SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAMA : INNA LIKULLI SYAI-IN SAQOOLATAN WA INNA SAQOOLATAL QULUUBI DZIKRULLOHI, WAMAA MIN SYAI-IN ANJAA MIN ‘ADZAABILLAHI MIN DZIKRILLAHI, WALAU AN TADL-RUBA BISAIFIKA HATTAA YAN-QOTI’U (‘An Ibni Umar) Rowahul Baihaqi fi sya’bil iman. (Jami’ush shoghir / I / Alif / 166).
Bersabda Rosulullohi s.a.w : Sesungguhnya bagi segala sesuatu itu ada penggosoknya. Dan sesungguhnya penggosoknya hati itu ialah dzikrulloh. Dan tidak ada dari sesuatu yang paling bisa menyelamatkan dari siksa Alloh (selain) dari dzikrulloh. Dan meskipun seandainya lehermu dipotong dari pandangmu sendiri.

Hati manusia itu bisa di ibaratkan seperti kaca cermin. Dan setiap kali manusia melakukan dosa, maka sama dengan menggoreskan satu titik hitam (NUKTHOTUN SAUDA-UN) ke cermin hati. Bila melakukan dua kali dosa berarti menggoreskan dua titik hitam, bila tiga kali dosa, berarti tiga titik hitam, demikian seterusnya. Jadi dosa-dosa itu bisa merubah hati manusia tapi tidak merubah jasmani manusia. Meskipun manusia itu dosanya banyak, tetap tidak akan merubah jasmaninya, jika tampan ya tetap tampan. Adapun yang berubah itu adalah hatinya, bila semakin banyak berdosa maka hatinya akan semakin hitam akhirnya gelap.
           
Jadi hati manusia itu asalnya putih, tapi oleh karena terkena dosa dari mata, dari telinga, dari lisan, dari tangan dan kaki dst akhirnya mengumpul titik-titik hitam di cermin hati, sehingga hati menjadi hitam dan gelap. Lalu bila hatinya juga keras seperti batu, karena dalam Alqur-an ada ayat yang menerangkan :
FAHIYA KAL HIJAAROTI AU ASYADDU QOSWAH
“Maka dia (hatinya) seperti batu atau lebih keras (dari batu)”.
Maka hatinya jadilah batu hitam.
Batu bahasa Arabnya HAJAR.
Hitam bahasa Arabnya ASWAD.
Bila digabung jadilah HAJAR ASWAD.
           
Kemudian disuruh mengecupnya supaya putih lagi. Tapi umumnya yang dikecup oleh orang-orang itu hanya HAJAR ASWAD yang di Timur Tengah saja, sedangkan hatinya sendiri (HAJAR ASWADnya) sendiri tidak pernah dikecup. Seharusnya HAJAR ASWAD nya sendiri itu dikecup dengan SAQOOLATAL QULUB (dengan pembersih hati) yakni DZIKRULLOH (ingat kepada Alloh) supaya bersih, bukan tetangganya yang disuruh ngecup. Dan bila hati (hajar aswadnya) tidak dikecup sendiri (dibersihkan dengan dzikir) maka akan hitam terus.
           
Adapun Hajar aswad itu sendiri dahulunya adalah HAJAR ABYAD (batu putih) dan berasal dari surga, turun bersama dengan Adam. Jadi asalnya Hajar abyad itu di surga, begitu juga dengan Adam, tapi iblispun juga disana.
           
Lalu kenapa batu yang asalnya putih (HAJAR ABYAD) berubah menjadi batu hitam (HAJAR ASWAD)? Sebabnya berubah jadi hitam karena terkena dosanya orang-orang musyrik atau karena dikecupi oleh orang-orang musyrik. Seandainya tidak dikecupi oleh orang-orang musyrik maka tidak akan menjadi hitam.
            Oleh karena sekarang ini batunya sudah hitam maka yang dikecupi oleh orang-orang itu ya hitamnya. Katanya sangat bangga sekali bisa mengecupnya. Tapi sekarang oleh pemerintah sana sudah tidak boleh mengecup hajar aswad, sudah dilarang.
           
Adapun letaknya HAJAR ASWAD itu menempel di Baitulloh. Bait = rumah. Alloh itu namanya Dzat yang Maha Kuasa. Jadi hajar aswad itu menempel dirumahnya gusti Alloh.

Apa Alloh punya rumah ?
Punya, manusia saja punya rumah apalagi Alloh

Senin, 23 Januari 2012

TANDA BUKTI ADANYA ALLOH TA’ALA


Alloh berfirman:
INNI A’LAMU GHOIBASSAMAAWAATI WAL ARDHI ….(Al Baqoroh Ayat 33)
Artinya :“Sesungguhnya Saya (Alloh) itu lebih mengetahui akan ghoib-ghoibnya langit dan bumi.”

Jadi masalah ghoib di sini disebutkan Ghoibassamaawaati Wal Ardhi. Alloh Ta’ala berfirman dalam surat At Taubat ayat 94 :
 ‘AALIMUL GHOIBI WASY SYAHAADATI….
Artinya :“Alloh itu Dzat yang Maha Mengetahui di alam ghoib dan alam syahadah.”

Jadi baikpun alam ghoib ataupun alam syahadah, kedua-duanya diketahui oleh Alloh Ta’ala. Dan Alloh Ta’ala-lah yang menguasai seluruh alam, sebagaimana diterangkan dalam surat Al Fatihah :
ALHAMDULILLAAHI ROBBIL ‘AALAMIIN
Artinya : “Segala puji bagi Alloh yang maha mengatur seluruh Alam.”
Dan yang dimaksud alam itu adalah segala sesuatu selain Alloh.
Ini tersebut dalam kitab tafsir Mafatihul Ghoib:
KULLU MAA SIWALLOHU FAHUWAL ‘AALAM
Artinya : “ Segala sesuatu lainnya Alloh disebut alam.”
Jadi apa saja selain Alloh itu disebut alam, apakah itu alam dunia, alam akhirat, alam syahadah, alam goib, alam benda, alam tumbuh-tumbuhan, alam hayawan, alam manusia, alam jin, alam syaithon, alam malaikat, alam barzakh, alam kubur dan lain sebagainya, kesemuanya itu disebut alam. Kalimat “alam” itu sendiri diambil dari kalimat “alamat.
AL ‘ALAMA’KHUUDZUN MINAL ‘ALAMAT
Artinya : “Kalimat alam itu diambil dari kalimat alamat.”

Alamat itu artinya tanda bukti. Oleh karena segala alam lainnya Alloh disebut alam, dan alam itu diambil dari kalimat alamat, maka segala sesuatu selain Alloh adalah sebagai tanda bukti atau menjadi alamat saja akan adanya Alloh Ta’la.

Jadi segala alam ini semua hanyalah tafsir bagi adanya Alloh Ta’ala. Jadi alam tumbuhan, alam benda, alam manusia dan lain sebagainya, semua itu hanyalah alamat bagi kita akan adanya Alloh Ta’ala.