Rabu, 06 Juni 2012

PILIHAN JALAN HIDUP


Ada Orang sudah diingatkan :  “Mas jangan lewat situ mas karena di depan ada kubangan”.  Jawabnya :  “Biarin, ini kaki-kakiku sendiri”.  Akhirnya benar, ia jatuh ke dalam kubangan.
Masyarakat sekitar menolongnya dan supaya tidak malu, ia beralasan :  “Saya tidak jatuh tapi saya memang sedang mandi kok”.  Ditanya lagi : “Lho, mandi kok malam-malam begini?”.  Dijawab :  “Iya, karena saya gerah”. Ditanya lagi :  “Kalau memang mandi, tapi mengapa bajunya kok masih dipakai?”.  Dijawab :  “Oh, ini sekalian cuci-cuci baju saya”.  Ya, beginilah contoh kalau orang sudah terlanjur malu.  Maka manusia yang membantah ajakan-ajakan dari para Rosul juga nanti akan dapat malu diakhirat.     
Bila sewaktu-waktu komando datang atau Malaikat datang, barulah kebingungan :
Malaikat   :    “Hai Fulan, kamu harus kembali!”.
Manusia  :    “Kembali ke mana?”.
Malaikat   :    “Kembali ke asalmu, karena kamu di dunia Cuma mengembara sementara saja”.
Manusia  :    “Tapi saya kan masih punya anak yang belum saya khitankan”.
Malaikat   :    “Tidak perduli tentang anakmu!”.
Manusia  :    “Tapi istri saya kan masih muda”.
Malaikat   :    “Tidak perduli, biar diambil orang lain. Pokoknya kamu harus mati!”.      
Apabila tiba waktunya mati maka pastilah mati, tidka senang mati ya mati, senang mati ya mati, kaya juga mati, miskin juga mati, pejabat tinggi ya mati, pejabat rendah ya mati, semua sama saja, sama-sama matinya.
Akan tetapi disana nanti sendiri-sendiri, dipengadilan Malikil Jabbar itu tidak mungkin bisa lolos.  Kalau pengadilan di dunia masih mungkin bisa lolos, bukti belum lengkap bisa lolos, mungkin saja bukan murni hukum tapi sudah ada intervensi politik. Diakhirat tidak bisa lolos, pesakitan ya pesakitan, tidak bisa disogok. Lalu manusia tersebut menuntut syetan.
Manusia  :    “Saya tuntut kamu!”
Iblis         :    “Tuntutlah”.  Ringan saja dia menjawab.
Manusia  :    "Dulu kamu telah berjanji, kalau saya mengikuti kamu maka akan mendapat pahala syurga, tapi kenyataannya sekarang ini saya justru sengsara, kamu saya tuntut supaya kamu dihukum dalam neraka lebih berat dari saya”.
Iblis         :    “Lho tanpa kamu tuntutpun, memang saya ini sudah ditentukan Alloh akan abadi di neraka. Tapi neraka kan dari api dan saya juga tercipta dari api juga, kalau api dimasukkan api, itu kan hal yang biasa, sedangkan kamu kan tidak diciptakan dari api. Bila dahulu kamu mau mengikutiku maka kebetulan, aku tambah enak, banyak teman masuk neraka”.
Manusia  :    “Bajingan tengik kamu ini, dulu aku di dunia mengikuti kamu, katanya bisa selamat dari neraka, tapi kenyataannya sekarang ini bagaimana?”.                  
Mendengar tuntutan itu, Iblis malah senyum saja dan berkata  :
Iblis         :    “Lho yang salah itu kamu!”.
Manusia  :    “Salahnya dimana?.  Kan aku yang kamu tipu?”.
Iblis         :    “Lho apakah tidak ada berita dari Rosul kalau aku itu bajingan dan penipu.  Oleh sebab itu kamulah yang salah, kenapa kamu tidak manut kepada Rosul tapi justru ngikut kepadaku.  Seandainya kamu ngikut pada Rosul maka pastilah kamu akan selamat.  Kan Rosul sudah menerangkan dalam Al-Qur’an.
              INNASYSYAITHOONA  LAKUM  ‘ADUWWUN  MUBIIN.
              Artinya :  “Sesungguhnya Syaithon itu musuhmu yang jelas”.
 Sudah jelas-jelas begitu tapi mengapakah kamu mau mengikuti ajakanku?”
Manusia :    “Janjimu itu tidak cocok, dasar pembohong!”.
Iblis         :    “Lho dari dulu kan kamu sudah diberi tahu oleh para Rosul kalau aku itu memang pembohong, mana ada seorang pembohong itu janjinya ditepati, berarti yang salah kan kamu sendiri, kenapa mau ikut aku :
              FALAA  TALUUMUUNII  WALUUMUU  ANFUSAKUM
              Artinya :  “Jangan menyalahkan aku tapi salahkanlah diri kamu sendiri!”.
Mengapakah kamu dulu tidak mempercayai Rosul?.  Rosul itu kan manusia yang shiddiq, pilihan Alloh, yang mengajak ke jalan kebaikan dan kebenaran. Sedangkan aku kan bajingan tengik, tukang menipu manusia, tapi mengapa kamu percaya ajakan saya?.  Walaupun aku mengajakmu, tapi bila kamu tidak percaya padaku dan tidak mengikutiku, aku kan tidak apa-apa?.  Jadi salahmu sendiri mau percaya padaku dan mau mengikuti ajakanku!”.
Manusia  :    “Lalu untuk apa kamu berbohong?”.
Iblis         :    “Karena dari pada aku masuk neraka sendirian, maka lebih enak bila kawannya dan seandainya kamu mengikuti ajakan saya berarti nanti kan bisa bersama-sama masuk neraka”.
Jadi diakhirat saja Iblis pandai berdebat, apalagi di dunia.  Renungkanlah mengenai hal ini, seandainya nanti itu benar terjadi, tidak ada yang bisa dituntut. Mau menuntut Iblis?.  Ya tidak bisa, karena semua itu salah kita sendiri. Salah kita dalam memilih jalan hidup.

Jumat, 18 Mei 2012

BUAHNYA SHOLAT


Menurut Al-Qur’an, buahnya Sholat atau hasilnya Sholat itu adalah  :
TANHAA  ANIL  FAKHSYAA-I  WAL  MUNKAR.
Artinya :  “Mencegah dari perbuatan fakhsya’ dan perbuatan mungkar”.
Jika ada orang yang mengerjakan Sholat bertahun-tahun tetapi haal-nya (perbuatannya) belum mencegah dirinya dari perbuatan fakhsya’ dan mungkar, maka itu adalah ibarat orang yang mengharapkan buah/hasil tanamannya, tapi tanaman itu tidak akan berbuah walau sampai wafatpun ia menunggunya. Lalu apa hasilnya?. Hasilnya ya lelah.
Jadi hasilnya sholat itu harus dibuktikan pada kehidupan sehari-hari dimasyarakat. Latihannya ya di dalam sholat, sedangkan hasilnya itu dibuktikan diluar sholat, oleh sebab itulah bila setiap sholat pastilah diakhiri :
ASSALAAMU’ALAIKUM  WAROHMATULLOOHI  WABAROKATUH.
Menengok ke sebelah kanan, salam kepada orang-orang yang baik.
ASSALAAMU         :    Mudah-mudahan salam sejahtera.
’ALAIKUM             :    Tetap atas kamu semuanya orang-orang yang baik, supaya kebaikannya tetap.
WAROHMATULLOOHI:   Dan mudah-mudahan kamu mendapatkan Rohmat Alloh.
WABAROKATUH  :    Dan mudah-mudahan kamu mendapatkan Barokah Alloh.
Setelah selesai mendo’akan orang-orang yang baik, lalu mendo’akan orang-orang yang kurang baik dengan salam menengok ke sebelah kiri.
ASSALAAMU’ALAIKUM  WAROHMATULLOOH.
Artinya :  “Mudah-mudahan kamu dalam keadaan selamat sejahtera dan mendapat Rohmat dan Alloh (sehingga hilang kejelekannya)”.
Jadi di dalam bacaan salam diwaktu Sholat itu adalah  :
  1. Orang yang baik dido’akan supaya tetap kebaikannya.
  2. Dan orang yang jahat dido’akan supaya hilang kejahatannya.
Berarti di dalam Ibadah Sholat itu kita juga dididik mengenai Kemanusiaan, karena di dalam Sholat itu kita dididik untuk mendo’akan keselamatan baik pun kepada orang-orang yang baik maupun kepada orang-orang yang tidak baik. Setiap hari dididik sebanyak lima kali.
Maka apabila setelah selesai melaksanakan Sholat ternyata bertindak kejam terhadap sesama, berarti sholatnya itu tidak ada buahnya, karena hasilnya/buahnya Sholat adalah TANHAA  ANIL  FAKHSYAA-I  WAL  MUNKAR  (Mencegah dari perbuatan fakhsya’ dan mungkar).
Umpamanya :  Titip menjualkan barang pada seseorang, lalu fihak yang dititipi menjawab  :  “Uangnya nanti saja mbakyu karena barangnya masih belum laku, bila sudah laku maka akan saya bayar”.
Berhubung karena tidak percaya maka orang yang dititipi itu langsung dilaporkan ke polisi dan dituntut.  Hanya masalah uang seribu saja dilaporkan polisi, ini namanya disenggol murup, tersinggung sedikit saja sudah marah-marah, padahal mereka itu juga melakukan sholat, lalu dimanakah buahnya sholat yang selama ini dikerjakannya?. Karena kita melaksanakan Sholat itu supaya dapat berbuah ketenangan dalam menghadapi segala sesuatu, tenang menghadapi ujian banyak harta benda, tenang menghadapi kefakiran, tenang menghadapi kesulitan dan itulah tandanya kalau Sholatnya itu berbuah.      
Maka bisa disimpulkan.  Kalau seseorang yang Sholat itu tidak bisa mencegah dari perbuatan fakhsya’ dan mungkar, maka mereka itu bisa disebut bajingan di dalam Sholat.
Oleh sebab itu untuk membuktikan buah sholatnya, maka setelah sholat itu diperintah bertebaran dimuka bumi.  Mengapakah diperintah bertebaran dimuka bumi?. Yaitu untuk menyampaikan pesan-pesan sholat.
Nabi Muhammad SAW., pernah ditanya oleh shohabatnya :  “Wahai Rosul, si A itu kalau malam sholat tahajjudnya banyak dan kalau siang itu puasa terus, akan tetapi ia menyakiti hati tetangganya, bagaimanakah itu?”.  Jawab Rosulullloh singkat :  “Ia mendapat neraka!”.  Jadi jangan dikira hanya cukup dengan sholat saja. “Sudahlah pokoknya saya itu sholat, zakat, biarpun tidak baik dengan tetangga, itu tidak apa-apa”.
Ini anggapan yang salah, karena menurut Kanjeng Nabi, mereka akan masuk neraka. Lalu mengapakah Rosululloh menjawab demikian itu?.  Karena pada diri mereka itu Kemanusiaan tidak ada, padahal buahnya sholat adalah :
TANHAA  ANIL  FAHSYAA-I  WAL  MUNKAR

Sabtu, 07 April 2012

MENCARI KARUNIA ALLOH


FA-IDZAA QUDLIYATISH SHOLAATU FANTA-SYIRUU FIL ARDLI WABTAGHUU MIN FADL-LILLAH WADZKURULLOOHA KATSIIROO LA‘ALLAKUM TUFLIHUUN. (Q.S. Al Jum‘ah / 10).
Artinya : “ Maka apabila telah ditunaikan/diselesaikan sholat maka berte-baranlah kamu dimuka bumi dan carilah karunia Alloh dan ingatlah kamu akan Alloh dengan sebanyak-banyaknya supaya kamu menjadi orang yang beruntung “.
 
Dalam ayat ini diterangkan :
FA-IDZAA QUDLIYATISH SHOLAATU
“ Setelah kamu itu selesai menunaikan sholat “
 
FANTASYIRUU FIL ARDLI
“ Maka bertebaranlah kamu dimuka bumi “.
           
Janganlah kita salah faham dalam memahami ayat ini ; bukan berarti setelah kita melaksanakan sholat itu diperintah harus langsung bubaran atau harus segera pergi meninggalkan masjid atau kita tidak boleh duduk-duduk santai dulu.
Akan tetapi yang dimaksud (FIL AR-DLI : dibumi) dalam ayat di atas, ini adalah bumi dengan pengertian yang luas, sebagaimana diterangkan dalam surat Al Lail / ayat 4 :
INNA SA‘YAKUM LASYATTA (Q.S. Al Lail / 4).
Artinya : “ Sesungguhnya usahamu itu ber-macam-macam “.
- Ada usaha sebagai petani,
- Ada usaha sebagai pegawai,
- Ada usaha sebagai guru,
- Ada usaha dengan membuka toko, dsb.
 
Adapun maksudnya ialah : Setelah menunaikan sholat, silahkan kamu bertebaran kembali ke tokonya, kembali ke pasar, kembali ke kantor. Walhasil setelah sholat kita dipersilahkan untuk kembali kepada usahanya masing-masing.
 
Mengapakah kita diperintah : " Silahkan kamu bertebaran dimuka bumi " ?
FANTA-SYIRUU FIL ARDLI ).
Karena bumi itu luas, silahkan kamu pergi kemana saja, apakah ke Eropa atau ke Asia ataukah ke Afrika dengan membawa produk-produk unggulan, silahkan, ini diperbolehkan. 
 
Jadi maksudnya ayat ini tidak sempit.
WABTAGHUU MIN FADL-LILLAH.
Artinya : “ Dan carilah karunia Alloh “.
Hendaklah kamu mencari karunia Alloh, dan karunia Alloh itu tidak didalam masjid saja, tetapi sangat banyak :
- Ada karunia Alloh dalam pertanian,
- Ada karunia Alloh dalam nelayan,
- Ada karunia Alloh dalam perdagangan,
Walhasil karunia Alloh itu ada didalam bermacam-macam pekerjaan, karena perintah mencarinya itu setelah kita selesai menunaikan sholat.
 
Jadi mencari karunia Alloh itu tidak di masjid saja atau tidak dengan sholat saja atau tidak dengan wiridan saja, tetapi mencari karunia Alloh itu luas yakni dalam segala pekerjaan.
Ada yang mencari karunia Alloh dengan menunaikan pekerjaan sebagai guru,
Ada juga yang mencari karunia Alloh dengan usaha perdagangan,
Ada yang mencari karunia Alloh dengan usaha pertanian,
 
Dan juga ada yang mencari karunia Alloh dengan membuat macam-macam keterampilan.
Semuanya itu adalah termasuk :
(WABTAGHUU MIN FADL-LILLAH)
" Mencari karunia Alloh ".
 
 
DIPERSILAHKAN MENERJUNI PEKERJAANNYA ASAL TIDAK LUPA KEPADA ALLOH
 
WADZKURULLOOHA. (Q.S. Al Jum‘ah / 10).
Artinya : “ Dan ingatlah kamu akan Alloh “.
 
Dalam ayat ini kita dilarang lupa kepada Alloh, tapi kita harus ingat akan Alloh.
Maksudnya :
Kamu boleh bergelimang dengan perdagangan/perniagaan tetapi perdagangan/perniagaan kamu itu jangan sampai menjadikan kamu lupa kepada Alloh.
 
Boleh kamu itu sibuk mengurusi pertanianmu tapi jangan sampai kesibukanmu dalam bertani itu sehingga melupakanmu kepada Alloh.
 
Jadi kesimpulannya ; boleh kamu sibuk dalam urusan pekerjaan tapi janganlah kamu lupa Alloh disebabkan tertutup oleh kesibukanmu yang bermacam-macam itu.

Senin, 19 Maret 2012

PUSARNYA JAGAD

           Kiblatnya Manusia ketika sholat dan kiblatnya sholat.

Kemanakah kiblatnya manusia ketika sholat? Bukan kiblatnya sholat lho? Lain antara kiblat ketika sholat dengan kiblatnya sholat. Kalau kiblatnya orang sholat itu ke Baitulloh, bukan ke Barat. Kalau kiblatnya ke Barat, jadinya MUSTAQBILAL BARATI. Dan seandainya tempatnya berada di Baratnya Ka’bah, maka menghadapnya ke arah-arah Timur. Kalau di Indonesia ini berhubung berada di posisi sebelah Timurnya Ka’bah maka menghadapnya ke arah-arah Barat (agak ke Utara sedikit). Makanya kalau membuat masjid supaya arah menghadapnya diusahakan tepat.

Kadang ada yang berpendapat, supaya kiblatnya tepat maka ya memakai sajadah yang bergambar Ka’bah. Kenapa kiblatnya orang sholat ke ka’bah atau Baitulloh?. Baitulloh itu kiblatnya jasmani. Sedangkan kalau kiblatnya sholat itu bukan ke ka’bah.

            Baitulloh.

Baitulloh itu bangunan persegi empat yang ketika jaman Nabi Adam sudah ada. Memang ada yang berpendapat kalau ka’bah itu dibangun oleh Nabi Ibrahim. Kalau menurut Alqur-an tidak demikian. Menurut Alqur-an Ibrahim hanya meninggikan saja.
IDZ YARFA’U IBROHIIMA QOWAA’IDA
“Ingatlah ketika Ibrahim meninggikan tiang-taingnya”. (Al Baqoroh / 127).
QOWAA’IDA = Tiang-tiang.

Sebabnya ditinggikan karena sudah ada dan tertutup pasir. Dan Ka’bah itu sudah 12 kali mengalami pembenahan. Roboh dibangun lagi, roboh lagi, dibangun lagi sampai 12 kali.
Adapun letak Ka’bah itu tepat di pusarnya jagad. Lho kok jagad ada pusarnya? Manusia saja punya pusar, jadi jagad ya juga punya pusar. Kalau menurut Alqur-an yang ditempati Ka’bah itu namanya Bakkah. Begitu juga menurut Zabur atau perjanjian lama, juga dinamakan Bakkah. Jadi perjanjian lama itu adalah Zabur.

Adapun hajar aswad itu menempel di Ka’bah. Dan hajar aswad tersebut dahulunya utuh tapi sekarang ini sudah pecah jadi 8 namun dirangkai dengan perak.
Dan dahulu pada jaman Qoronitoh juga pernah dibawa lari, orang-orang yang sedang berhaji dibunuh (sampai ribuan) lalu hajar aswadnya dirampas dan dibawa lari kenegerinya. Kemudian ditebus, lama nebusnya, ditebus dengan beberapa ribu dinar. Lalu hajar aswad dikembalikan lagi pada tempatnya.

Walau begitu banyak sekali yang ingin mengecup hajar aswad yang di Mekah, dibela berdesak-desakan sampai ada yang tewas karena ingin mengecupnya. Kok tidak ada kyai yang mengingatkannya, supaya mereka tidak jatuh ke syirik. Kalau tidak di ingatkan, bisa jadi bahan ejekan agama lain. Kata agama lain : Mau syirik kok jauh-jauh. Ketika aku menyimpan patung, Islam mengatakan syirik, tapi orang-orang Islam sendiri malah berbondong-bondong ke Mekah, ada yang sampai menjual sawah hanya demi untuk mengecup batu hitam.

Bila sampai di ejek seperti itu bagaimana? Apa tidak jengkel? Bila tidak punya jengkel berarti bukan manusia. Tapi kalau jengkel dan mau menjawabnya, tidak bisa. Jadi repot, makanya jangan berulah. Alloh pun sudah memperingatkan kita :
WALAA TASUBBUL LADZIINA YAD’UUNA MIN DUUNILLAHI FAYASUBBULLOHA ADWAN BIGHOIRI ‘ILMIN.
Dan janganlah mengumpat orang-orang yang menyembah selain Alloh, nanti malah menyembah Alloh dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. (Al An-am / 108)

Kadang orang Islam sendiri yang suka memancing masalah. Soal lempar jumroh juga demikian, umumnya diyakini melempar syetan. Disaat berbunyi tok, dikira kena syetan. Padahal syetannya itu ada didalam dirinya sendiri. Dan disaat mengerjakan haji kebanyakan mementingkan doanya. Padahal doa-doa yang dibaca waktu haji itu tidak ada yang wajib, semuanya sunah. Kalau doanya manasik panjang sekali, banyak yang tidak hafal, mungkin kyainya juga jarang yang hafal. Doa waktu ke ka’bah juga ada sendiri, yakni : LABBAIK ALLOHUMMA LABBAIK…….. dst.
Ya Tuhan, kami datang kepadamu, Ya Tuhan, kami mendatangi panggilanmu …….. dst.

Kalau kamu tidak dipanggil ya tidak LABBAIK seperti itu. Jadi ikut saja petunjuk pembimbingnya, wong ada pembimbingnya, walau pembimbingnya sendiri banyak yang tidak tahu hakekatnya. Bila disuruh baca LABBAIK ya baca LABBAIK, gitu aja. Di Mekah juga ada yang jualan air, biasanya bilang MOYA-MOYA, orangnya juga memakai sorban. Jadi doa-doanya itu tidak ada yang wajib, dibaca boleh, tidak dibaca juga boleh. Dan bila ingin berdoa yang mudah, maka bisa hanya dengan membaca :
ROBBANA ATINA FID DUN-YA HASANAH WAFIL AKHIROTI HASANAH WAQINAA ADZAABANNAAR.

Adapun yang penting itu niatnya, niatnya harus ditata yang benar, niat lillahi Ta’ala. Jangan sampai niat karena ingin dipuji orang, niat untuk berganti nama atau ingin dipanggil haji. Meskipun namanya “wak min”, biar saja tetap “wak min” tidak perlu harus “haji wak min”.

Nabi Muhammad sendiri, panggilannya tetap Muhammad, tidak usah ditambahi “haji Muhammad”, begitu juga dengan para shohabat Nabi, tidak ada yang ditambahi “haji”. Seperti haji Abu Bakar atau haji Umar atau haji Usman dst tidak ada, walau semuanya sudah melaksanakan haji. Begitu juga dengan istri-istrinya Nabi Muhammad seperti Maryam, Aisyah, Umi Kulsum, Saudah dst walau semuanya sudah haji, namun tidak ada yang panggilannya “hajah………”.

Tapi umumnya orang-orang Indonesia yang pergi haji namanya ingin ditambahi sebutan “haji atau hajah” (Yu kaji / pak kaji). Bukankah keinginan yang demikian ini bisa menyelewengkan niat. Umumnya berpendapat di Mekah itu doanya di ijabahi. Perkara di ijabahi atau tidak itu bukan ditentukan oleh tempat, tapi ditentukan oleh hatinya, bagaimana hatinya.

Kata mereka : Tapi disana itu tanah suci. Bagaimana yang dimaksud dengan suci? Bukankah disana juga ada jutaan orang yang kencing? Disana juga ada kuburannya Abu Jahal, Abu Lahab dan jutaan orang musyrik. Jadi mereka itu banyak yang tidak tahu maknanya suci, dikira orang-orang yang disana suci semua. Para shohabat pun tidak semuanya suci, dikira semua shohabat suci, padahal tidak.

Senin, 12 Maret 2012

NYAWANYA SHOLAT

SHOLAT MENCEGAH FAHSYA' DAN MUNKAR
   
    Al Qur-an dan Sabda Rosul menerangkan bahwa Yang bisa mencegah dari dua perbuatan itu adalah tegaknya sholat. Kalau orang itu sholat setiap hari sudah puluhan tahun sholat, tapi masih berbuat Fahsya' dan Munkar itu bagaimana…!, apakah yang salah itu Al Qur-an dan Hadits atau orangnya….! .Itu yang salah adalah orangnya. INNAS SHOLAATA TANHAA 'ANIL FAHSYAA-I WAL MUNKARI Sholat itu mencegah Fahsya' dan Munkar.
   
    Dan kalau tidak bisa mencegah Fahsya' dan Munkar, di mana sholatnya itu ….!. Jadi sholatnya hanya gambar saja. Ada berdiri, ada sujud, ada ruku', tapi tidak sholat, cuma gambar sholat. Silahkan dilihat, sholat itu adalah yang diawali dengan Takbirotul Ihrom, diakhiri dengan Salam (As salaamu'alaikum Warohmatu lloohi wabarokaatuh). Menoleh ke kanan dan ke kiri, mendo'akan masyarakat sebelah kanan, mendo'akan masyarakat sebelah kiri.
: As Salaamu
Mudah-mudahan kamu dalam keadaan selamat
: 'Alaikum
Tetap selamat
: Warohmatulloh
Mudah-mudahan kamu dapat Rohmat Alloh.
: Wa barokaatuh
Mudah-mudahan kamu dapat Barokahnya Alloh.

   Mestinya orang-orang yang mengerjakan sholat itu orang yang mendo'akan selamat, mendo'kan Berkah, mendo'akan Rohmat. Kalau ada orang sholat, tapi orang itu kejam, itu bagaimana….!. Sama dengan mengatakan :" Kamu mudah-mudahan selamat", tapi setelah itu memukul, itu bagaimana…!. Jadi itu bertentangan.
Sholat kalau tidak khusyu' itu tidak ada nyawanya. Dan kalau tidak ada nyawanya berarti yang ada jasmaninya saja. Oleh karena itu kita berusaha untuk khusyu', akan tetapi memang sulit, tidak gampang belajar khusyu' itu.

  Kalau tidak bisa khusyu' mulai Takbir sampai Tahiyat, cukuplah khusyu' pada tiga titik itu saja, dan di sini akan ditunjukkan tiga titik / tempat tersebut. Jadi berangsur sedikit demi sedikit dulu (untuk mencapai khusyu' keseluruhan)